BAGAIMANA MENCIPTAKAN GAMBAR SINEMATIK


Beberapa tahun yang lalu ketika saya belajar membuat film dengan kamera video seadanya kemudian saya tunjukkan ke beberapa teman yang awam tidak tahu teknik membuat karya film. “Wah film kamu bagus... keren... cuma sayang audionya ko berantakan ya..?” begitu kata teman yang saat itu saya tunjukan film yang saya buat. Berbeda dengan pendapat teman satu guru satu ilmu yang saat itu masih sama-sama belajar, “filmnya sih keren.. bagus... tapi audionya berantakan, komposisi shot/gambar dan warna kurang ok, editingnya lumayan lah.. secara umum belum sinematik”

Nah... apa sih sinematik? Banyak orang yang bicara sinematik tapi mungkin banyak juga yang belum tahu apa itu sinematik. Yang pasti, yuk... kita urai dahulu makna sinematik secara kamus. sinematik/si·ne·ma·tik/ /sinématik/ berkenaan atau berhubungan dengan film (bioskop, gambar hidup) itu menurut KBBI. Sedangkan menurut kaidah sineas (sebutan bagi mereka penggarap film) sinematik adalah unsur pembangun sebuah film yang bersifat teknik, unsur sinematik sendiri terdiri dari beberapa aspek :
Mise en scene
– Sinematografi
– Editing
– Suara

Pengertian secara sederhana sinematik adalah mengambil gambar sesuai dengan kaidah film untuk bioskop. Coba perhatikan bila kita menyaksikan film yang diputar di bioskop nyaris tidak ada gambar (shot) yang kurang bagus, semua indah enak dilihat. Sedangkan di dalam mise en scene ada 4 elemen penting antara lain :
– Setting
– Tata Cahaya
– Kostum dan make up
– Akting dan pergerakan pemain

Lalu bagaimana menciptakan gambar yang sinematik? 

Yuk kita mulai dari Mise en scene 

Setting dan Komposisi
Yang pertama kita perhatikan adalah komposisi sebuah shot (gambar/visual) yang kita ciptakan sebelum kita membahas teknik yang lain. Ada perbedaan yang menonjol bahwa ketika kamu mengambil gambar dengan komposisi yang tepat maka akan muncul beberapa elemen namun yang paling penting adalah depth of field (kedalaman gambar). Bagaimana itu bisa tercipta? Nah berikut unsur-unsur yang ada dalam kedalaman gambar : fourground, background, middle ground, leding lines, natural framing, dan balance. Unsur tersebutlah yang menciptakan kedalaman gambar. Unsur-unsur tersebut erat kaitannya dengan setting sebuah lokasi. Sadarkan..? pada saat kita mengambil gambar asal ambil yang muncul adalah kejanggalan bahkan gambar yang kita ambil cenderung flat.


Tata Cahaya
Dalam teori dasar pencahahaan kamu harus tahu istilah three point lighting yang terdiri dari key light, fill light, dan back light. Komposisi pencahayaan tersebut adalah dasar untuk menguasai tata cahaya lanjutan. Key light adalah cahaya utama atau cahaya yang datang dari arah yang paling terang/dominan. Fill light adalah cahaya pengisi dari key light untuk menyamarkan shadow yang diciptakan dari cahaya dominan. Sedangkan back light adalah cahaya pengisi antara key light dan fill light sehingga mampu menciptakan dimensi kedalaman gambar.

Tata cahaya dalam film secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat unsur, yakni, kualitas, arah, sumber, serta warna cahaya. Keempat unsur ini sangat mempengaruhi tata cahaya dalam membentuk suasana serta mood sebuah film.

Kostum dan Make up 
Kostum adalah segala hal yang dikenakan pemain bersama seluruh asesorisnya. Asesoris kostum termasuk di antaranya, topi, perhiasan, jam tangan, kacamata, sepatu, tongkat, dan sebagainya. Dalam sebuah film busana tidak hanya sekedar sebagai penutup tubuh semata namun juga memiliki beberapa fungsi sesuai dengan konteks naratifnya.

Penggunaan kostum dan make up adalah menjadi unsur pencipta realitas visual, sehingga apa pun visual yang kita ambil muncul keseriuasan identitas sebenarnya.

Akting dan pergerakan pemain
Kemunculan seorang pemain atau yang biasa kita sebut aktor dan aktris dalam sebuah pengambilan gambar juga harus betul-betul nampak sebenarnya, tidak terlihat main-main, perankan sesuai dengan imajinasi skenario yang ada.

Bagaimana dengan sinematografi?
Sinematografi dalam istilah wikipedia adalah : Sinematografi (dari bahasa Yunani: kinema - κίνημα "gerakan" dan graphein - γράφειν "merekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita. Sedangkan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sinematografi/si·ne·ma·to·gra·fi/ /sinématografi/ adalah teknik perfilman; teknik pembuatan film.

Sinematografi erat kaitannya dengan tata kamera pada sebuah penggarapan film. Meskipun di awal sudah saya bahas tentang komposisi, namun pada sinematografi seluk beluk tata kamera biasanya dibahas lebih dalam untuk menunjang proses penciptaan visual sinematik. Baca juga Mari menjadi filmmakers


Editing dan Koreksi Warna
Berikutnya adalah yang kita perhatikan unsur warna. Unsur warna tentu menjadi esensi yang sangat penting karena dari warna pula dapat menciptakan kedalaman gambar, meskipun biasanya pengolahan warna (grading color) itu masuk dalam teknik olah editing namun pada penggarapannya warna bisa diciptakan pada saat take (mengambil gambar) di lokasi.

Tata suara
Inilah hal terakhir yang paling banyak diabaikan, padahal unsur audio menjadi penunjang utama dari keseluruhan viual yang kita ciptakan. Mengapa banyak visual bagus namun audio jelek? Pertanyaan tersebut banyak teruturakan pada setiap ruang kelas, workshop dan kursus. Saya jelaskan begini, kita ini sangat pelit bila berurusan dengan audio, sebagai contoh banyak di antara tema-teman filmmakers yang enggan untuk belajar dan mendalami tentang tata suara produksi film. Faktor lainnya adalah minimnya harga dan sewa alat yang terjangkau untuk tata suara pada saat kita produksi, satu perangkat audio kadang-kadang harganya menyamai harga kamera yang kita pakai.

Nah.. sejak kemunculan era digital semua jadi lebih mudah dan murah, tinggal bagaimana kita betul-betul memperhatikan tata suara dalam sebuah produksi film yang kita garap.

Unsur sinematik kini banyak digunakan dalam teknik pengambilan gambar wedding yang kita kenal dengan istilah sinematic wedding 

oleh Anton Mahapatih [Praktisi & Pendidik Broadcast]

0 komentar: