Cara Membuat Title Yang Sesuai Pada Video

Perhatikan Safe Margin (Batasan letak teks/safe title dan batasan video/safe video)
Satu pertanyaan yang terus menggelitiki di fikiran saya – baik di kelas dan di ruang workshop – adalah “duh... gimana sih bikin title yang bagus?”, “terus apa ada cara khusus untuk membuatnya?” dan itu sudah lama meraka para penggarap video tanyakan kepada saya. Dan saya akan coba memulai untuk mengurainya, baiklah mari kita mulai saja pembahasannya. Bagi para video dan film makers membuat title adalah hal yang lazim dan umum biasa dilakukan oleh para editor video dan film. Meskipun teks dalam title bukan subjek pertama yang muncul dalam pikiran Anda setiap kali video dan film disebutkan, namun melakukan kesalahan membuat teks title akan menjadi sesuatu yang paling beresiko dan akan menjadi ganjalan bagi penonton pada saat menyaksikan. 

Teks adalah unsur umum dalam video dan film yang digunakan dengan berbagai macam eksplorasi, tergantung dari konsep matang yang mereka inginkan. Menempatkan teks dalam video atau film adalah menjadi salah satu komposit paling sederhana dalam proses editing video, tetapi perlu diingat juga titel adalah salah satu elemen paling berisiko untuk digunakan, karena dapat langsung mengubah makna dari video, nah lo...! iya mungkin kita berlebihan dalam bereksplorasi. Penggunaan teks jikalau bisa harus bersih pada saat dibaca selintas dan memberikan pesan yang dituju bagi sebagian penonton tertentu. 

Mungkin pengetahuan dasar tentang aturan tipografi akan membantu kita menggunakan teks sebagai elemen desain yang kuat, bahkan menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekedar kata-kata. Itu yang paling penting. Yang sering saya lihat pada kesalahan umum yang dilakukan oleh penggarap video adalah mengatur tipografi dan tata letaknya. Yuk.. ah kita kupas langsung, kira-kira bagaimana dan seperti apa sih yang harus kita lakukan?

Aturan Tipografi
Aturan tipografi itu meliputi pemilihan jenis huruf dan ukuran huruf yang kita gunakan. Aturan tipografi menjadi cara terbaik bagi kamu untuk membuat tampilan video yang lebih baik dan menarik. Secara prinsip aturan tipografi dari dunia cetak maupun media digital saat ini memiliki aturan-aturan yang sama, karena tetap acuannya adalah ilmu design dan seni rupa.



Aturan pertama dan paling penting adalah penggunaan jenis huruf yang tepat untuk memulai suatu pekerjaan. Jenis huruf yang tepat akan membantu menyampaikan pesan teks, sedangkan jenis huruf yang salah akan mengalihkan perhatian dari pesan yang ingin kita sampaikan. Apalagi jika kita menggunakan huruf dekoratif yang berlebihan pastilah akan menganggu dari pesan yang ingin kita disampaikan. Jika memungkinkan gunakan huruf yang sama secara konsisten mulai dari tebal dan tipis, uppercase, dan besar kecil huruf dari keseluruhan video yang ada, untuk menghindari kerancuan dan sedikit kekacauan pada video.

Ambil dua contoh yang berbeda untuk meyakinkan penggunaan huruf yang kamu pilih, hal itu untuk menghindari kesalahan fatal. Ukuran dan jenis huruf juga sangat menentukan keindahan dan keselarasan video yang kamu buat. Ukuran huruf juga tidak terlalu besar atau terlalu kecil. 



Ada satu jargon bagi mereka para video maker, ciri-ciri video maker amatir adalah terlihat pada pembuatan titel video yang mereka garap. Biasanya mereka memilih huruf yang sangat besar tidak ideal, cenderung dekoratif juga dengan ukuran huruf lebih dari 100% sehingga pada saat video tersebut ditonton terlihat janggal dan norak. Padahal penggunaan besarnya huruf yang ideal adalah antara 30-60% tergantung dari jenis huruf yang kita gunakan. 



Aturan Tata Rupa  
Dalam penggunaan tata letak tentunya kamu harus banyak belajar ilmu design grafis, nah.. di dalam ilmu design ada disebut dengan nirmana. Definisi nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra (2D), trimatra (3D) yang  mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tata rupa.

Sebenarnya aturan penggunaan huruf juga sudah masuk dalam bahasan nirmana, namun saya sengaja meletakkannya di awal agar menjadi perhatian khusus bahwa title dalam sebuah video dan film itu penting. Selain nirmana kita juga wajib tahu apa itu prinsip utama komunikasi visual dari sebuah karya audio visual yang kita ciptakan. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: 

Ruang Kosong (White Space) 
Ruang kosong dimaksudkan agar video tidak terlalu padat dalam penempat title pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan. Ruang kosong penting dalam tampilan sebuah video karena sering digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk kejelasan pembacaan dan sekaligus memberikan kesan, seperti kesan profesinal dan sederhana.  

Kejelasan (Clarity)
Kejelasan atau clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah video. Bagaimana sebuah video tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu/ makna ganda.

Kesederhanaan (Simplicity) 
Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.

Emphasis (Point of Interest) 
Emphasis atau disebut juga pusat perhatian, merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistik yang diinginkan.

AYO KURSUS KREATIF  | BROADCAST TV | FILMMAKING | GRAPHIC DESIGN | MULTIMEDIA

Prinsip Dasar Seni Rupa
Untuk memperkuat pengetahuan kita dalam membuat title, rasanya wajib bagi kamu mempelajari prinsip dasar seni rupa yang meliputi antara lain : 

Kesatuan (Unity) 
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan.

Keseimbangan (Balance)
Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani. 

Proporsi (Proportion)
Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. 

Irama (Rhythm) 
Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk-bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk-bentuk unsur rupa.

Dominasi (Domination)
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang harus ada dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai beberapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan. Biasanya ditengarahi dengan emphasis.

oleh Anton Mahapatih [Praktisi dan Pendidik Broadcast]

0 komentar: