AYO KURSUS KREATIF

Ekonomi kreatif dan gelombang MEA adalah menjadi pijakan utama untuk mengubah tatanan suatu konsep berfikir yang baik dan cermat dalam meletakkan dasar pondasi perubahan zaman. Seorang Alvin Toffler, penulis dan mantan editor majalah Fortune, pernah meramalkan tiga gelombang dalam peradaban manusia. Apa saja gelombang tersebut?

Gelombang pertama adalah era pertanian, disusul era industri, dan kemudian era informasi. Namun ternyata prediksi tidak berakhir di sini. Gelombang selanjutnya diramalkan menuju pada era kreatif.

Era kreatif ditandai dengan berkembangnya industri kreatif yang menggunakan ide dan keterampilan individu sebagai modal utama. Jadi, industri kreatif tak lagi sepenuhnya mengandalkan modal besar dan mesin produksi. Menurut John Howkins, dalam bukunya The Creative Economy, orang-orang yang memiliki ide akan lebih kuat dibandingkan orang-orang yang bekerja dengan mesin produksi, atau bahkan pemilik mesin itu sendiri. Menurut buku Pengembangan Industri Kreatif Indonesia 2025, definisi industri kreatif sering kali merujuk pada UK Department for Culture, Media, and Sport (DCMS) Task Force 1998, lembaga yang mengelola industri kreatif di Inggris.

Industri kreatif di Indonesia kemudian didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Dari definisi tersebut, pemerintah kemudian membagi industri kreatif ke dalam 14 subsektor, yakni:
1. Periklanan: jasa periklanan, termasuk produksi material iklan, kampanye relasi publik, dll.
2. Arsitektur: berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, dll.
3. Pasar barang seni: perdagangan barang-barang asli, unik, dan langka lewat galeri, lelang, dll.
4. Kerajinan: berkaitan dengan kreasi produk dari tenaga pengrajin yang tidak diproduksi massal.
5. Desain: terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, dll.
6. Fashion: terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan aksesori mode lainnya.
7. Video, film, dan fotografi: produksi video, film, dan jasa fotografi, termasuk proses distribusi.
8. Permainan interaktif: kreasi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, edukasi, dll.
9. Musik: kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi rekaman suara.
10. Seni pertunjukan: konten produksi pertunjukan, misal opera, musik teater, drama, tarian, dll.
11. Penerbitan dan percetakan: penulisan konten dan penerbitan buku, majalah, koran, jurnal, dll.
12. Layanan komputer dan piranti lunak: layanan komputer, olah data, piranti lunak, dll.
13. Televisi dan radio: kreasi konten acara, transmisi konten, station relay, dll. 
14. Riset dan pengembangan: penemuan dan penerapan ilmu dan teknologi.

Pembagian dan pendefinisian di atas menjadi sangat jelas tentang siapa saja yang paling banyak berperan dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) tentu adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia audio visual. Dari 14 subsektor 7 di antaranya berhubungan langsung dengan penciptaan Seni Audio dan Visual.

Mempersiapakan diri menyambut wajah baru peradaban dunia baru hari ini adalah mempersiapkan diri secara matang dengan mengusasi keterampilan (soft skill) secara maksimal. Sebuah era di mana era munculnya para kreator (pekerja kreatif) yakni ditandai dengan berkembangnya industri kreatif yang menggunakan ide dan keterampilan individu sebagai modal utama. Kemampuan indvidu kemudian berkolaboratif menjadi karya kolektif (team work) semisal dalam penggarapan program acara televisi dan film paling tidak ada 6 unsur kreator yang bekerja antara lain:
1. Kreator sastra yang bertutur lewat bahasa.
2. Kreator teater yang bercerita lewat gerak tubuh (geasture) dan mimik.
3. Kreator seni rupa yang bertutur lewat lukisan dan tulisan-tulisan atau grafis.
4. Kreator seni suara yang bertutur lewat nyayian.
5. Kreator seni musik yang bertutur lewat alunan-alunan nyiur gitar, seruling, drum dan yang lainnya.
6. Kreator seni arsitektur yang diwujudkan lewat setting tempat yang sangat mendukung keindahan gambar.

Mereka secara individu menguasai keterampilan yang mahir sehingga menciptakan sebuah karya yang maha agung.

Pilihan lain adalah ketika Anda menjadi kreator single juga banyak peluang ekonomi, seperti misalnya Anda berminat menjadi designer grafis. Pekerjaan tersebut cukup hanya dikerjakan oleh kemampuan individu dengan hanya mengandalkan kreatifitas panca indera kita melalui penciptaan karya bisa menggunakan medium komputer atau medium manual.

Ahkirnya kami mengajak Anda sekalian untuk masuk ke rumah kreatif sebuah rumah besar yang akan menjadi gelombang besar perubahan di tahun-tahun mendatang. Mind8 Course menciptakan rumah kreatif untuk Anda yang ingin menjadi Broadcaster, Filmmakers, Designer grafphic dan Multimedia maker. AYO KURSUS KREATIF

REGISTRASI ONLINE 

0 komentar: