TIPS - Memilih Monitor Untuk Video Editing

Pekerjaan menjadi seorang video atau film editor adalah pekerjaan yang sangat mengasikkan, selain menemukan banyak tantangan, editor sering disebut sebagai the second director [sutradara kedua] karena yang menentukan akhir dari sebuah kesamasan film dan program tv yang kita garap. Untuk menunjang pekerjaan tersebut harus memiliki prasyarat yang wajib dipenuhi, jika di tulisan berikutnya sudah saya jelaskan bagaimana memilih komputer editing maka pada kesempatan ini saya akan ulas secara spesifik memilih monitor editing yang baik. Istilah-istilah editing :

Real time : sistem pemrosesan data yang tidak boleh ditunda karena waktu sangat terbatas, karena jika terjadi penundaan pengolahan data akan mengakibatkan sesuatu yang fatal.
Kalibrasi : adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. 

Nah, jika Anda ingin membeli monitor baru ataupun meng-upgrade monitor lama dengan yang baru, maka berikut ini adalah tips dalam memilih dan membeli monitor komputer yang baik.

Harga monitor
Harga selalu menjadi pertimbangan menjadi pertama dalam membeli apapun, dan itu bisa dimaklumi. Harga monitor tergantung pada tipe/merk, ukuran dan fitur layar. Misalnya makin besar ukuran, fitur lebih lengkap, atau tipe LED yang lebih canggih dari LCD maka harganya juga lebih mahal. Jadi siapkan budget ekstra jika ingin mendapatkan monitor dengan spek lebih berkualitas.

Ukuran monitor
Meskipun ukuran monitor LCD dan LED berada pada rentang 15 inch – 32 inch, dan panel diukur secara diagonal. Ukuran minimum bagi editing adalah 21” dengan monitor twins (satu monitor untuk preview satu lainnya untuk timeline kerja), saran ini mutlak jika ingin menggeluti video editing yang baik dan menjaga kesehatan kita.

Resolusi monitor
Resolusi adalah ukuran piksel atau titik pada layar. Yang diperlukan media digital hari ini adalah FULL HDTV (Fulll High Definition Television) dengan resolusi 1920 x 1080. Resolusi tersebut hanya ditemui pada monitor berlayar besar minimal 21 inch.

Rasio kontras (contrast ratio) dan Aspect Ratio
Pengertian rasio kontras atau contrast ratio adalah perbedaan ukuran antara warna putih paling terang yang bisa dihasilkan monitor dengan warna hitam yang paling gelap. Rasio kontras yang sering ditemukan pada monitor LCD adalah 700:1. Kontras rasio yang lebih tinggi seperti 2000:1 sangat lebih baik untuk film atau pekerjaan yang membutuhkan penggunaan warna-warna yang sangat gelap, misalnya video editing.

Aspect Ratio (A/R) adalah perbandingan ukuran lebar dan tinggi. Beberapa format video menggunakan (A/R) berbeda-beda, untuk video adalah 4:3 dan untuk film bioskop 16:9. Aspek rasio yang berkembang di pasaran dan cukup dikenali adalah 4:3 dan 16:9. Karena semua telah merujuk kepada teknologi FULL HDTV maka yang tepat dalam memilih aspek rasio adalah 16:9 [wide screen]. Tidak hanya nyaman tetapi ini semata-mata agar semua yang kita kerjakan benar-benar real time.

Waktu respons (response time)
Waktu respons pada monitor LCD adalah pengukuran (dalam satuan milidetik / milliseconds) tentang seberapa cepat masing-masing piksel mampu merespon perubahan warna. Umumnya monitor dengan response time yang lebih lambat dari 16 ms dianggap jelek, karena akan terjadi blur manakala objek yang bergerak cepat melintas di layar, seperti pada film action. Monitor komputer keluaran baru umumnya memiliki response time minimal 8 ms, bahkan ada yang sampai 2 ms. Minimal waktu respon untuk monitor editing itu 5 ms.

Tingkat kecerahan
Monitor LCD dan (apalagi) monitor LED sekarang ini punya tingkat kecerahan yang sangat baik. Tingkat kecerahan dengan 250 nits adalah yang paling umum dan direkomendasikan untuk sebagian besar penggunaan. Bahakan beberapa vendor sudah mengeluarkan lebih dari itu.

Pilih koneksi DVI
Ada dua jenis koneksi yaitu D-Sub dan DVI.

Monitor CRT lama memiliki koneksi D-Sub basic yang menggunakan sinyal analog untuk keperluan transmit dari system computer. Monitor LCD ada juga yang memiliki koneksi D-Sub. Namun, monitor LCD baru menawarkan koneksi DVI (digital video interface) yang menggunakan sinyal digital untuk transmit dari PC ke monitor. Koneksi DVI lebih aman dari gangguan.

Monitor komputer yang bagus untuk keperluan editing dan grafis, disarankan menggunakan koneksi DVI, agar mendapatkan kualitas gambar yang lebih baik tanpa gangguan ataupun blur.

Meskipun ada beberapa monitor telah memilki fitur koneksi HDMI High-Definition Multimedia Interface adalah salah satu antarmuka (interface) peralatan audio/video digital tanpa kompresi yang didukung oleh industri. Hal ini memungkin keceptan dan ketepatan warna pada saat mengedit atau yang kita sebut real time.

Pertimbangan sudut pandang (viewing angle)
Monitor LCD punya keterbatasan dalam hal sudut pandang. Secara sederhana pengertian sudut pandang (viewing angel) disini adalah sudut yang memungkinkan Anda masih bisa melihat gambar sebelum gambar akhirnya menghilang atau menjadi gelap.

Jika monitor LCD Anda memiliki sudut pandang rendah (antara 120° – 130°) maka jika dilihat dari samping gambar di layar akan tidak jelas atau tidak terlihat.

Viewing angel dinyatakan dalam derajat horizontal dan vertical. Jika monitor Anda memiliki sudut pandang 160/130 berarti sudut pandang horizontal = 160°, dan sudut pandang vertical = 130°. Umumnya sudut pandang vertical tidak sepenting sudut pandang horizontal.

Untuk monitor LCD yang bagus, sudut pandang horizontal yang direkomendasikan adalah 160° atau lebih.

Selamat mencoba tips dan trik dari kami. Semoga bermanfaat 

0 komentar: