Tips Membuat Film dengan Kamera HP [2]

2. Memahami dan mengandung unsur sinematografi 

Tips selanjutnya membuat film dengan kamera HP adalah Memahami dan mengandung unsur cinematography. Menurut pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman (UU baru tentang perfilman) “Film adalah karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan”

Dari pendifinisian tersebut terdapat 3 hal utama yang harus dikuasai oleh seorang filmmaker, perlu diingat membuat film berbeda dengan membuat News atau Dokumenter. Dalam film kaidah sinematografi harus benar-benar dipelajari dan dimengerti bukan asal shot asal ada visual asal ada suara, bukan.. bukan itu Anda harus mengerti tentang unsur sinematik yakni Mise en Scene

Mise-en-scene [baca: mis ong sen] adalah segala hal yang terletak di depan kamera yang akan diambil gambarnya dalam sebuah produksi film atau karya visual. Mise-en-scene berasal dari kata Perancis yang memiliki arti “putting in the scene”. Mise-en-scene adalah unsur sinematik yang paling mudah kita kenali karena hampir seluruh gambar (shot) yang kita lihat dalam film adalah bagian dari unsur ini. Jika kita ibaratkan layar bioskop atau layar televisi adalah sebuah panggung pertunjukan maka semua elemen yang ada di atas panggung tersebut adalah unsur-unsur dari Mise-en-scene. Dengan demikian bisa kita katakan bahwa separuh kekuatan sebuah shot terdapat pada aspek Mise-en Scene.

Pranata sendiri diambil dari kata “nata” (bahasa jawa) yang berarti menata artinya film mempunyai fungsi mempengaruhi orang, baik bersifat negatif ataupun positif bergantung dari pengalaman dan pengetahuan individu. Tetapi secara umum film adalah media komunikasi yang mampu mempengaruhi cara pandang individu yang kemudian akan membentuk karakter suatu bangsa. Nah, fungsi inilah yang ternyata sebagai pranata sosial, mempengaruhi tatanan sosial kemasyarakatan berbangsa dan bernegara. 

Selain itu membuat karya visual seperti film adalah merupakan upaya penyampaian pesan kepada khlayak ramai, itu artinya film merupakan media komunikasi massa yang tentunya harus memiliki 3 fungsi utama ditambah 1 fungsi komplementer. Antara lain: fungsi mendidik, menghibur, dan menginformasikan serta sebagai alat kontrol masyarakat. Sayangnya di Indonesia belum banyak film yang mampu memberi sumbangsih mendidik, film di negeri ini baru pada tatanan menghibur dan menginformasikan. Inilah tantangan Anda sebagai calon sineas muda, mampukah kita membuat film tidak hanya menghibur dan menginformasikan tetapi juga harus mendidik (menata bangsa - pranata sosial).

bersambung.... 

note: jika ingin share tulis sumbernya, sebagai bentuk penghargaan intelektual.


0 komentar: