meta keyword --->
Showing posts with label TIPS&TRIK. Show all posts
Showing posts with label TIPS&TRIK. Show all posts

Sunday, 12 January 2020

Peralatan Utama Andriod Smartphone Filmmaking


Hmmmm.... Smartphone Android sering dianggap sebelah mata oleh pengguna iPhone filmmaking, padahal sebenarnya mereka berdua bisa dinggap pula sepupu berbeda kelas untuk pembuatan film. Tapi bukan soal kelas yang saya akan bahas. Sejujurnya Anda juga dapat membuat film hebat dengan Smartphone Android yang Anda miliki. Dengan memiliki kamera standar API (API adalah American National Standards Institute (ANSI) standard yang terakreditasi untuk pengembangan organisasi) jika di Indonesia SNI, sebagian jenis camera smartphone baru ini sekarang telah menggunakan aplikasi kamera video profesional seperti Filmic Pro.

Tetapi membuat film yang bagus juga memerlukan aplikasi/peralatan kamera video yang bagus/hebat juga. Peralatan tersebut antara lain : Mikrofon, lampu, rig kamera, tripod, gimbal adalah beberapa peralatan yang mungkin perlu Anda beli/miliki untuk membuat film profesional.

Dahulu, peralatan seperti itu mahal tetapi seiring berkembangnya teknologi hari ada beberapa alternatif dan sudah murah yang bisa Anda beli untuk meningkatkan pembuatan smartphone film Anda, tentu dengan tidak harus mengorbankan kualitas juga. Banyak pilihan dengan anggaran yang dapat disesuaikan untuk Smartphone Android Anda.

Peralatan smartphone filmmaking di Indonesia jauh lebih susah untuk mencari standar seperti di Eropa, yang sudah compact dan teruji. Tentu yang akan saya ulas adalah yang memang terdapat di beberapa toko di Indonesia, dengan tujuan agar mudah mendapatknnya.

Rig Smartphone
Saya mulai dari rig, yakni sejenis alat penyangga smartphone yang tujuannya untuk membantu memudahkan Anda dalam membidik gambar baik steady shot atau hendheld.



Ada dua jenis seri untuk rig tersebut, Anda dapat cek harga pada tautan di bawah ini
Adaptor Tripod
Selain Anda memerlukan rig, dalam kelengkapan smartphone filmmaking ini Anda juga memerlukan satu peralatan yang juga berfungsi untuk menopang smartphone yang Anda miliki. Alat tersebut adalah adaptor tripod.




Lighting
Lighting atau pencahayaan salah satu fungsinya ialah membangun mood dari gambar yang Anda ambil, fungsi utamanya tentu untuk menerangi objek yang kita ambil. Ada banyak jenis lighting yang bisa Anda beli, tetapi ada beberapa yang bisa Anda miliki dengan harga relatif murah.





Jenis lighting smartphone yang bisa Anda gunakan adalah :
Peralatan Audio Portabel
Keberadaan audio sering kali dilupakan betapa pentingnya suara yang direkam, padahal gambar yang bagus tanpa suara yang menunjang tidak akan menghasilkan emosi yang kuat dalam sebuah karya yang kita garap. Terdapat dua jenis peralatan audio yang bisa kita upayakan, yakni audio dengan kabel dan audio dengan tanpa kabel (wireless).

Seri BOYA BY-MM1 


Cek Harga di sini

Dan Wireless Boya BY-WM4

Cek Harga di sini

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni merekam suara dari pemain, atmosfer, dan ambience yang kita inginkan. Untuk harga juga relatif terjangkau.

Tripod dan atau Monopod 
Fungsi peralatan ini adalah membantu pengambilan gambar agar tak terlalu goncang, apalagi kamu benar-benar pemula filmmaker. Sangat disarankan untuk menggunakan tripod pada saat mengambil gambar. Hari ini banyak tripod yang juga dapat digunakan untuk monopod, sehingga kamu tak perlu mengeluarkan ekstra biaya untuk membeli tripod dan monopod.


oleh Mahapatih Anton 

Monday, 15 July 2019

3 CARA MENJADI SUKSES, SETELAH TAMAT SMA


Kegalauan luar biasa adalah pada saat kamu lulus SMA/SMK atau MA/MAK tidak punya banyak pilihan kuliah apa kerja atau kerja sambil kuliah? Pilihan itu biasanya dilatarbelakangi oleh banyak hal, mungkin keterbatasan ekonomi keluarga atau rasa malas dari diri sendiri. Yang pasti tentukan masa depanmu sejak sekarang, bukan nanti dan nanti. Sekali kamu terlambat dalam mengambil keputusan kamu tentu akan galau seumur hidupmu dan sesal berkepanjangan.

Ada banyak pilihan yang bisa kamu lakukan ketika kamu telah menyelesaikan pendidikan SMA/MA atau SMK/MAK. Namun yang paling penting adalah bagaimana agar sebagai pribadi, kita tetap memiliki karya dan produktif. Jika lapangan kerja tidak tersedia, tidak ada dana untuk menikah, tidak ada biaya untuk kuliah, jangan pernah berkecil hati, mungkin dapat dipikirkan untuk berwirausaha. Setiap orang diberikan talenta oleh Tuhan yang sebenarnya dapat diasah dan dikembangkan. Banyak juga orang-orang sukses di negeri ini bahkan di dunia ini yang tidak mengenyam pendidikan tinggi tetapi menjadi orang yang sukses. Hal ini terjadi karena mereka mau menggali dan mengasah potensi diri, keterampilan, dan peka dan jeli dalam melihat kesempatan dan peluang yang ada. Ada 3 cara yang bisa mengubah diri kamu menjadi sesuatu yang berguna baik untuk diri sendiri dan untuk orang banyak atau dalam pandangan kamu MENJADI ORANG SUKSES. Tiga hal tersebut anatara lain:

3. Menjadi Pekerja Mandiri (freelance) 
Pekerja mandiri artinya kita bekerja untuk diri kita sendiri. Tanpa ada atasan dan bawahan. Contoh pekerja mandiri adalah pengajar les privat, desainer web, pelatih olahraga, dan sebagainya.  Untuk bekerja mandiri, kita harus punya ilmu dan keterampilan yang memadai.

Lulusan SMA bisa mengajar les privat untuk anak SD atau SMP. Tentu kita harus tahu dan menguasai bahan pelajaran apa saja yang dipelajari oleh anak-anak. Tidak perlu modal banyak hanya perlu mencari murid di sekitar tempat tinggal. Promosi bisa dilakukan dengan menyebarkan brosur ke sekolah terdekat atau ke rumah-rumah yang punya anak usia sekolah.

Bagi mereka yang punya kemampuan desain web bisa menerima order pembuatan website. Order bisa diterima secara online maupun offline. Cukup dengan modal komputer dan koneksi internet anda bisa mulai bekerja sendiri. Promosi bisa dilakukan melalui media online dengan membuat website, blog atau menyebarkan informasi di media sosial.

Jagoan olahraga bisa menjadi pelatih untuk anak-anak. Caranya sederhana kita bisa bekerjasama dengan pemilik lapangan futsal, lapangan bola, bulutangkis dan semacamnya. Kita akan membuat klub olahraga untuk anak-anak dengan latihan rutin. Tiap anak yang ikut dikenakan iuran bulanan. Sistem usahanya dengan format bagi hasil untuk kita sebagai pelatih dan pemilik lapangan.

2. Buka Usaha Sendiri (Berwirausaha)
Mungkin masih jarang di negara kita, lulus sekolah terus berwirausaha alias  punya bisnis sendiri. Padahal ini bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Kalau punya orangtua pengusaha, biasanya anak akan mudah mengikuti jadi pengusaha. Sayangnya sebagian besar orangtua berharap anaknya jadi pekerja.

Banyak usaha yang bisa dilakukan oleh anak muda. Orang sering menyebut modal uang sebagai kendala, padahal semestinya tidak. Untuk memulai usaha hanya perlu 1 M yaitu MAU. Kalau ada kemauan pasti ada jalan. Modal uang bisa dicari dari keluarga sendiri atau pinjam sana sini. Tidak semua usaha perlu modal uang besar untuk memulainya.

Buka usaha bisa disesuaikan dengan minat atau hobi yang kita miliki. Mungkin yang suka ngoprek motor bisa bikin bengkel. Bikin warnet dan game online, buka distro, kios pulsa, cafe atau warung makan, dan sebagainya. Jangan gengsi jadi pengusaha karena statusnya yang masih dianggap kurang keren di mata masyarakat. Padahal kalo mau kaya mestinya jadi pengusaha.

1. Kursus
Tujuan kursus adalah meningkatkan keterampilan teknis yang siap pakai. Jadi kursus lebih banyak praktek daripada teori. Bahkan sering dilengkapi dengan magang atau praktek kerja. Jenis kursus yang bisa ditempuh pun banyak dengan biaya dan fasilitas yang bervariasi.

Bagi mereka yang suka komputer bisa kursus desain grafis supaya bisa merancang logo, desain kaos, banner dan sebagainya.  Bisa juga bikin komik atau film kartun kalau kursus animasi 3 dimensi. Merancang website keren dipelajari di kursus desain web.

Bagi kamu yang memiliki minat menjadi fotografer, menjadi filmmaker, menjadi kamera person, menjadi editor video, dan lain-lain. Kamu perlu masuk kursus broadcast sebagai pilihan, karena disana kamu akan banyak belajar bagaimana menjadi yang kamu impikan. Sebagai catatan keterampilan tersebut banyak yang orang belum miliki.

Buat yang suka mode ikutan aja kursus desain fashion, kamu bisa jadi desainer top. Kursus menjahit atau memasak pun bukan hal tabu untuk diikuti. Banyak penjahit bagus bisa berpenghasilan tinggi dengan membuka usaha menjahit di rumah. Begitu juga dengan koki atau chef yang bisa menyajikan masakan enak, bisa buka usaha sendiri atau kerja di restoran ternama.

Masih banyak jenis kursus lainnya. Sesuaikan dengan potensi diri yang dimiliki. Pada umumnya biaya kursus lebih murah daripada kuliah. Waktunya pun lebih singkat. Ilmu dan keterampilan yang didapatkan bisa langsung diterapkan untuk melamar kerja atau buka usaha.

Untuk menopang atau membangkitkan diri menjadi pekerja lepas (freelance) dan wirausaha kamu harus menggali potensi diri dan mendalami secara baik, yakni dengan cara mengikuti kursus, workshop dan seminar. Meneruskan kuliah ke perguruan tinggi untuk mengasah skill perlu jangka panjang sedangkan kamu perlu percetakan perubahan maka cara yang paling tepat adalah mengikuti kursus.


Wednesday, 19 December 2018

Cara Memilih Memory SD Card Yang Benar


Artikel ini menjadi jawaban atas banyak kasus tentang mengapa pada saat mengambil gambar dengan kamera tiba-tiba nge-hang, atau pada saat merekam gambar agak terlambat dalam menyimpan (slow respon), atau persoalan di kamera terbaca “no card” padahal slot memory sudah terisi dengan SD card. Dan sejumlah persoalan lain yang menghinggapi para fotografer, filmmaker dan videografer.
SD card adalah kependekan dari "Secure Digital" - ini adalah spesifikasi teknis yang diluncurkan pada tahun-tahun awal abad ke-20 ketika teknologi digital mulai ditemukan, SD Card pertama diciptakan oleh tiga raksasa digital: Panasonic, SanDisk dan Toshiba.

Memory SD card ini telah berevolusi dan akan terus berkembang dalam beberapa cara, akan tetapi dua yang hal terpenting adalah kapasitas penyimpanan dan kecepatan card yang tak bisa dipungkiri. Namun uniknya hari ini bentuk SD card justru makin kecil (kompak) dan memiliki daya penyimpanan yang besar serta kecepatan yang tinggi. Juga telah mengikuti kemapuan kamera dalam menangkap gambar berkualitas tinggi (Full HD, 4K, dan 8K).

Mana yang kamu perlukan saat memilih?
Berikut adalah jenis SD Card yang tersedia di pasaran, kamu harus perhatikan benar-bener kebutuhannya. Jenis-jenis itu antara lain :
• SC (Standard Capacity), jenis ini hanya memiliki batas kapasitas 1MB hingga 2GB dengan menggunakan sistem file FAT16 system.
•,HC (High Capacity) mempunyai kapasitas antara 2GB hingga 32GB, file sistem FAT32.
• XC (Extended Capacity) mempunyai kapasitas penyimpanan hingga lebih dari 32GB bahkan beberapa sudah terdapat 1TB, file sistem FAT32.

Meskipun banyak dari penyedia SD Card dengan akal-akalan memberi lebel “ultra” seolah ia lebih cepat dari “extrem”, bahkan extrem III akan terdengar lebih cepat dari extrem II. Padahal semua itu belum menjadi jaminan.

Panduan utamanya terletak pada kode-kode yang disepakati oleh Asosiasi SD dengan memiliki peringkat numerik. Asosiasi SD card telah menyediakan pedoman untuk mengklasifikasikan kartu berdasarkan kecepatan. Penunjukan kelas 2, 4, 6, 8 dan 10, dilambangkan dengan huruf C dengan nomor di dalamnya. Kelas-kelas ini sesuai dengan kecepatan tulis/rekam minimum kartu. Misalnya kelas 2 untuk kartu yang menawarkan minimal 2 megabyte per detik, kelas 4 untuk 4 MB / dtk, dan seterusnya. Ada juga Ultra High Speed (UHS) kelas 1 dan 3, dilambangkan dengan huruf U dengan angka di dalamnya pada kartu dan menulis pada 10MB / s dan 30MB / s masing-masing. Untuk yang terbaru kelas V, menunjuk pada jenis kelas kecepatan video, menawarkan kelas V6, V10, V30, V60 dan V90 dengan masing-masing sesuai dengan jumlah minimum megabyte yang ditulis per detik.

Mengapa kartu ini tidak berfungsi?
Jika kartu tidak berfungsi, periksa persyaratan di perangkat kamu. Perhatikan kamera yang kamu miliki, mungkin tidak dapat mengambil kartu dengan kapasitas tertentu. Namun bisa jadi kamera kamu juga akan memiliki kecepatan maksimum, maka tinggal sesuaikan. Pada saat yang sama, resolusi atau frame rate yang ingin Anda gunakan untuk rekaman Anda mungkin memerlukan kartu yang lebih cepat. Mengambil video 4K pada kartu kelas C10, misalnya, dapat mengakibatkan kerusakan file atau kegagalan merekam.

Terpenting dari semuanya pastikan untuk menguji kartu kamu di kamera sebelum pengambilan gambar.

Redakasi Mind 8 Pro (AM)


Wednesday, 5 December 2018

Berapa Banyak Besarnya RAM yang Diperlukan Untuk Video Editing


Kebutuhan RAM (Random Access Memory) dalam video editing sering sekali menjadi kendala dan menjadi pertanyaan terbesar dalam setiap kali saya jumpa di kelas, di workshop dan di dalam diskusi tentang audio visual. Artikel kali ini saya akan mencoba membawa kamu untuk mengetahui idealnya sebuah RAM diperlukan dalam video/film editing.

Beda RAM dan VRAM
Random Access Meomory (RAM) adalah memori utama dari sebuah komputer untuk merespon loading dari sistem operasi dan program. RAM menentukan sekali performa komputer yang kamu miliki untuk merespon semua program yang kamu jalankan, tak salah jika RAM yang kamu gunakan tidak ideal maka yang terjadi adalah lola (loading lama).

VRAM itu kependekan dari “Video RAM” yang mempunyai fungsi untuk membantu loading program dan menyimpan data video. Semakin banyak VRAM yang dimiliki komputer, semakin banyak gambar 2D dan 3D yang dapat ditampilkan sekaligus. Dan sebagian tugas berat seperti rendering video akan dibantu oleh video card (GPU). Ini juga merupakan salah satu komponen terpenting yang harus kamu dapatkan ketika membangun komputer editing yang kuat (powerful).


Faktor-faktor ang menentukan penggunaan memory
Setidaknya ada tiga faktor penting saat menentukan persyaratan memori RAM kamu secara keseluruhan.
(1) Program yang digunakan
Sebaiknya semua perangkat lunak memiliki persyaratan sistem minimum agar dapat berfungsi dengan benar. Sebagai contoh, persyaratan sistem untuk Premiere Pro CC (12.1.2) membutuhkan RAM minimum 8GB, dengan 16GB atau lebih disarankan. Komputer Anda harus mematuhi setidaknya persyaratan sistem minimum. Jika tidak, programnya tidak akan berjalan dengan baik.

(2) Program dibuka secara bersamaan
Memiliki lebih banyak RAM akan memungkinkan komputer Anda untuk bekerja dengan lebih dari satu program pada saat yang bersamaan. Beberapa program - seperti Adobe After Effects dan Google Chrome - membutuhkan cukup banyak RAM untuk bekerja, jadi semakin banyak program yang Anda buka secara bersamaan, komputer Anda akan menjadi lebih lambat.

(3) Jenis media
Bagi kami editor video, ini adalah faktor paling penting untuk kebutuhan RAM kami. Apakah kamu merekam dalam Full HD, 4K atau 8K? Jika kamu menggunakan camcorder profesional, ada pertanyaan lain yang lebih penting untuk ditanyakan: Berapa bit-rate yang kamu rekam? Kamera kamu akan memiliki banyak opsi berbeda untuk dipilih, masing-masing dengan bit rate yang berbeda, ukuran gambar, frekuensi gambar, dan sistem pemindaian. Jika Anda merekam pada resolusi tertinggi dan bit-rate yang ditawarkan kamera Anda, maka Anda mungkin benar-benar membutuhkan lebih banyak RAM untuk bekerja dalam pengeditan. Di bawah ini adalah tabel dengan jumlah RAM yang disarankan untuk digunakan tergantung pada video yang digunakan.

Jika kamu lebih banyak memerlukan motion graphic seperti partikel maka RAM yang tinggi mutlak diperlukan, sebagai contoh saat kamu mengopersaikan Adobe After Effect tentu lebih banyak memerlukan RAM.

Apakah RAM mempengaruhi kecepatan render?
RAM tidaklah mempengaruhi kecepatan render video, yang mempengaruhi adalah CPU dan GPU lah yang paling bertanggung jawab akan hal ini. Lalu mengapa jika komputer kamu tidak memiliki RAM yang tinggi - katakanlah 4GB - dan kamu meningkatkannya menjadi 16GB, kamu mungkin melihat perbedaan dalam kecepatan render. Ini terjadi karena komputer kamu akan dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke dalam memori RAM, membebaskan dan memungkinkan CPU dan GPU Anda memiliki lebih banyak sumber daya untuk bekerja lebih efisien. Tetapi coba jika kamu meningkatan RAM antara16GB hingga 64GB mungkin tidak membuat perbedaan dalam kecepatan render. Kelebihannya hanyalah akan dapat membuat render berjalan lebih longgar dan kamu masih dapat menggunakan program lain pada saat yang sama dengan mudah.

RAM tidaklah mempengaruhi kecepatan render video, yang mempengaruhi adalah CPU dan GPU lah yang paling bertanggung jawab akan hal ini.

Haruskah kamu meningkatkan/menambah RAM?
Sebelum kamu menambah RAM pastikan untuk mengevaluasi secara seksama ketiga faktor persyaratan memori keseluruhan yang disebutkan di atas. Kartu memori RAM bisa sangat mahal dan kamu kemungkinan besar tidak perlu menggunakan RAM maksimum untuk komputermu. Jika kamu harus memutuskan untuk meningkatkan, lihat daftar RAM yang disarankan di atas dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ingatlah bahwa memiliki komputer dengan kartu video (Video Card) yang bagus (GPU), prosesor (CPU) dan penyimpanan (hard drive) bahkan lebih penting daripada membeli RAM yang berlebihan. Kamu juga perlu mengetahui Mother Board yang kamu miliki apakah juga telah mendukung kemungkinan up grading, sebab sekali lagi RAM yang tinggi belumlah mendukung penuh kinerja komputermu. Sebagai saran bila kamu ingin memutakhirkan secara keseluruhan mesin editing, belanjalah komputer yang memang telah siap untuk di-up grede hingga dalam jangka waktu yang cukup lama meskipun pemenuhannya mencicil (secara perlahan). Tapi manfaat jangka panjang masih dapat kamu gunakan.

=====
Redaksi Mind 8 Corp (AM)

Wednesday, 28 November 2018

Cara Melakukan Live Streaming (lifecasting)

Dalam produksi video (audio visual) hal yang paling esensial adalah bagaimana kita merencanakan dan mempersiapkannya dengan cukup matang. Apalagi kamu memang ingin melakukan live streaming suatu video. Di artikel ini secara singkat akan saya bahas beberapa hal yang kudu kamu siapkan sebelum melakukan live streaming. Aktifitas ini banyak dilakukan oleh kamu yang sengaja ingin menyebarluaskan sebuah konten audio visual ke khalayak ramai, atau sebatas pada komunitas tertentu.

Meskipun di dalam buku Manajemen Produksi Program Televisi saya menulis bagaimana cara kamu melakukan proses penggarapan produksi program tv mulai dari praproduksi – produksi – pascaproduksi. Dan cukup detil saya menjelaskannya di sana. Kali ini, dalam sebuah artikel berikut saya akan mencoba membahas “cara melakukan perencanaan live streaming”.

Buatlah Shooting Script 
Di dalam shooting script ini sebenarnya kamu harus mengupayakan (baca: menuliskan) unsur audio dan visual yang akan dilihat dan didengar oleh para penonton. Naskah atau shooting script adalah pondasi awal (blue print) dalam menggarap konten video (audio visual) apa pun jenis formatnya, para pemula kadang bahkan mengabaikan shooting script. Bagi mereka yang terpenting syuting dan syuting. Naskah ini biasanya memuat panduan visual (video) dan panduan lisan (audio) atau bicara juga dilengkapi dengan panduan action/gerakan bagi si pengisi acara dalam hal ini live streaming.
Sebagai tambahan buatlah shooting script fokus pada topik yang akan dibahas, agar pembahasan tidak melebar. Baca : PANDUAN MENULIS NASKAH DUA KOLOM (STORYLINE)

Buatlah Schedule
Jauh sebelum kamu membuat script sebenarnya kamu telah membuat jadwal kerja yang biasanya meliputi : penentuan produksi, kapan siarannya?, temanya apa?, siapa saja yang terlibat dalam produksi, durasinya berapa lama, dan lokasinya di mana?

Kesemuanya dapat kamu buat secara sederhana tidak perlu rumit. Yang terpenting semua crew yang terlibat tahu dan mengerti.

List kebutuhan alat
Mengacu pada script atau konsep maka kamu juga akan bisa menentukan peralatan yang diperlukan pada saat melakukan live streaming. Peralatan-peralatan yang lazim digunakan (chek list) antara lain:
1. Cemara
2. Tripod
3. Microphone
4. Lighting
5. Cables
6. Props

Camera
Akan lebih mudah bila kamu melakukan live streaming langsung menggunakan kamera built in, maksudnya kamera yang telah tersedia pada gawai (gadget) yang kamu gunakan. Misalnya menggunakan laptop, beberapa laptop telah terpasang webcams, atau menggunakan kamera smartphone pun terkadang kamu dapat menyiarkan langsung. Tetapi bila Anda ingin mengunakan kamera smartphone sebagai ekternal kamera kamu cukup menyambugkannya ke laptop atau PC dengan kabel USB.

Bila kamu menggunakan ekternal kamera profesional, biasanya kamu cukup mengkoneksikannya dengan kabel HDMI, VGA, atau SDI ke dalam komputer. Untuk live streaming dengan multicam kamu memerlukan alat tambahan yakni video mixer atau switcher, nah dari switcher akan dapat langsung dihubungkan ke PC melalui kabel USB. Hal ini pula yang sering dilakukan oleh stasiun televisi besar melaui ruang kendali siar (master controle room).

Tripod
Tripod jelas diperlukan pada saat melakukan live streaming, apalagi bila kamu menggunakan ekternal kamera profesional atau smartphone, tripod mutlak diperlukan.

Microphone
External microphone tentu akan lebih disarankan, agar audio yang kamu hasilkan maksimal. Jenis-jenis microphone yang dapat gunakan lavalier mic (clip on), shotgun mic atau bahkan handheld mic.

Lighting
Penerapan lighting minimal kamu menerapkan three-point lighting. Pencahayaan saat ini juga tidak terlalu rumit, mengingat telah banyak jenis lampu LED yang diproduksi selain terjangkau juga lebih efektif. Sebab LED memiliki catu daya yang rendah, kulitas pencahaan tetap baik.

Cables
Beberapa kabel yang harus dipersiapkan antara lain : kabel koneksi dari kamera ke PC/Laptop sudah disebutkan di atas, berikutnya kabel koneksi internet jika memang menggunakan jaringan internet.

Props
Properti yang kamu siapkan sesuaikan kebutuhan naskah, di dalamnya juga termasuk make up, hair do, dan wardrobe.

Menyiapkan Jaringan Streaming
Live streaming memerlukan jaringan internet dengan bandwidth besar tidak sekedar jaringan, butuh kecepatan maksimal agar program audio visual yang kamu pancarluaskan terlihat maksimal. Memastikan pula bahwa jaringan internet baik kabel atau nirkabel benar-benar kuat dan tidak putus nyambung.

Memilih platform 
Banyak platform live streaming yang disediakan oleh media sosial misalnya : YouTube, Facebook, dan Instagram. Pemilihan platform sebaiknya yang kamu pertimbangkan adalah jumlah pengikut yang ada di sosmed. Makin banyak pengikut, makin cepat tersebar live streaming yang kamu lakukan. Saya akan coba bahas kelebihan-kelebihan dari platform yang ada.

YouTube – pengguna terbesar YouTube biasanya adalah mereka para kreator kreatif mulai dari gamers, life casting/live podcast, live news, dan topik-topik lainnya. YouTube juga menyediakan fasilitas upload video yang dapat dimanfaatkan sebagai VOD (Video On Demand). Kesemuanya tergantung dari keterlibatan subscribers, sebagai penonton/pelanggan setia YouTube-mu.

Facebook – sedangkan facebook adalah media sosial terbesar saat ini, fasilita live streamingnya bisa menggunakan personal profile atau fanepage yang disediakan facaebook. Sejak FB menyediakan FB ads kamu dapat dengan mudah mempromosikan produk atau hasil kreasi audio visual yang kamu ciptakan dengan hanya mengiklankannya di Facebook ads, dengan biaya yang bermacam-macam sesuai jangkauan penyebarannya.

Instagram –  walaupun IG lebih fokus pada berbagi picture (foto dan gambar), namun menyediakan live streaming bagi para penggunanya. Bahkan IG terlihat lebih bergengsi, sebab penggunanya kebanyakan dari kalangan actors, musicians, sports personalities, vloggers and journalists.

Terakhir "test all systems before going live." Hal ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa sinyal/jaringan internet yang kamu gunakan cukup baik, hal ini demi kelancaran live streaming yang kamu lakukan.

======
Redaksi Mind 8 Corp.

Thursday, 8 November 2018

Kamera DSLR Murah Untuk Pemula

Pengen punya kamera tapi budget yang ada pas-pasan? Wajar jika Anda ragu untuk memilih DSLR.
Stigma yang berkembang di masyarakat saat ini memang menilai kamera DSLR yang tampak besar dan berat itu, pasti memiliki harga yang tinggi.

Padahal tidak semua kamera DSLR di pasaran dijual dengan harga seperti itu, ada juga yang masih bisa terjangkau oleh mereka yang berkantong pas-pasan.


1. Canon EOS 1300D


Kamera DSLR Canon entry-level ini jangan dilihat dari harganya, ya. Walau harganya cuma Rp 5 jutaan, hasil foto lensa CMOS 18 MP miliknya nggak bisa diremehkan. Cocok nih buat belajar fotografi tanpa jebolin tabungan.

Harga dan spesifikasi Cannon EOS 1300D 

2. Kamera DSLR Nikon D3400, 


Pesaing ketat merek Canon ini selalu berusaha ngasih berbagai kamera DSLR yang bervariasi harganya. Contohnya Nikon D3400. Jepretan lensa 24 MP-nya nggak kalah dengan yang seharga puluhan juta :O

Cukup dengan Rp 6 juta, Kamera DSLR Nikon D3400 + Lensa 18–55mm bisa didapatkan di sini!

3. Canon EOS 700D, 


Meski termasuk ke kamera DSLR kelas menengah, harga Canon EOS 700D selevel dengan DSLR kelas pemula! Dengan resolusi 18 MP, kualitas gambarnya tentu udah nggak usah diragukan lagi.

Harga dan spesifikasi Cannon EOS 700D

4. Pentax K-r :D


Pentax memang pemain yang kurang didengar di dunia fotografi. Namun pengalamannya terbukti selama hampir 100 tahun! Pentax K-r ini buktinya. Lensanya berkekuatan 12 MP dan harganya cuma Rp 4 jutaan.

5. Kamera Nikon D5300 


Sekelas di atas Nikon D3400, harga kamera DSLR Nikon D5300 masih tergolong murah kok. Resolusi foto maksimalnya 24.2 MP dan didukung Wi-Fi juga, Jakmallers. Harga Rp 6 jutaan pas banget buat fotografer pemula.

6. Pentax K-S2,


Ini dia salah satu kamera DSLR profesional terbaik di kelas pemula untuk urusan rekam merekam. Pentax K-S2 mampu merekam video Full HD dengan kecepatan 60 fps. Merekam slow motion udah bukan masalah .


Sumber Literasi : 
https://blog.jakmall.com/6-kamera-dslr-murah-terbaik-2017-cocok-buat-fotografer-pemula-67a093f35e54

==================
Sebelum kami memposting  ulang tulisan ini, kami menelaah sejauh mana tulisan dari www.jakmall.com ini ditulis. Sebelum itu kami mohon ijin berbagi tulisan ini kepada komunitas blogger kami, sebagai bentuk berbagi pengetahuan yang cukup penting. Terima kasih sebelumnya kami ucapkan. Salam

Monday, 5 November 2018

Kapan Harus Menggunakan Lampu Flash Saat Memotret

Banyak pertanyaan yang sering saya temukan di berbagai grup fotografi khususnya di media sosial Facebook, yang menanyakan tentang penggunaan flash.

Pertanyaan – pertanyaan tersebut terkadang memang berangkat dari minimnya pengetahuan tentang penggunaan lampu flash. Satu hal yang pasti, lampu flash tidak perlu selalu dipergunakan dalam segala keadaan.
Ada waktu-waktu tertentu kita harus menggunakannya, ada pula waktu dimana ketika kita menggunakan lampu flash malah jadi terlihat lucu karena tak perlu digunakan.

Flash yang dimaksud termasuk flash eksternal maupun built in flash ya atau flash yang memang sudah dimiliki kamera. Mari kita lihat sama-sama beberapa situasi yang mengharuskan kamu menggunakan lampu flash.

1. Memotret dalam ruangan atau di lingkungan yang kurang cahaya
Kalo yang ini rasanya semua sudah tahu ya.Tujuan utama lampu kilat tentu untuk menerangi objek foto yang terlihat gelap atau lokasi foto yang kurang cahaya.Di sini kita bisa menggunakan lampu flash untuk menerangi objek yang ingin dipotret, pilihan menggunakan flash internal atau eksternal merupakan option selanjutnya.

Lampu kilat menjadi kebutuhan saat memotret pernikahan dalam ruangan seperti ini. Photo © Pixran
Beberapa kondisi yang sering dijumpai adalah saat kita memotret di dalam gedung, ballroom, ruang pertemuan dan banyak lagi. Kamu yang berprofesi sebagai wedding photographer tentu sudah sangat paham dan sering menjumpai situasi seperti ini.

Ingat.. meskipun kamu melihat kondisi pencahayaan dalam satu ruangan sudah ‘terasa’ cukup terang, belum tentu hal yang sama akan diukur lewat kameramu.

Kemampuan sensor menerima cahaya tidaklah sebanding dengan kemampuan mata manusia. Oleh karena itu jangan ambil resiko untuk hasil foto yang gelap atau malah blur karena dikompensasi dengan shutter speed yang lambat.

2. Memotret membelakangi cahaya yang terang
Terkadang saat memotret, kita menghadapi situasi dimana objek yang kita inginkan tampil membelakangi cahaya. Istilah dalam fotografi adalah backlight.

Kondisi ini sering terjadi saat kita memotret sunset, sunrise atau pun sesi foto strobist dimana kita dengan sengaja menempatkan flash eksternal di belakang model untuk mendramatisasi foto.

Nah, cahaya yang datang dari belakang objek yang dipotret akan membuat kamera kesulitan mengukur metering untuk pencahayaan objek utama

Kondisi dengan cahaya kuat dari belakang. Photo © Pixabay
jika kita mengukur metering kamera pada background maka hasilnya objek utama akan tampil sebagai siluet, sebaliknya jika kita mengukur metering pada objek maka background akan tampil over exposure.

Kecuali kamu ingin menggunakan teknik HDR ataupun ingin memotret dengan konsep High Key, kedua situasi di atas tidak menjadi masalah.

Tapi jika ingin menyeimbangkan antara objek dengan cahaya yang datang dari arah belakang, silakan menggunakan lampu flash untuk menerangi objek utama tadi.

3. Memotret tetesan air
Salah satu kondisi yang membutuhkan pencahayaan lampu kilat adalah saat kita memotret tetesan air. Lampu kilat jadi penting karena yang akan kita manfaatkan adalah durasinya yang terbilang sangat cepat guna membekukan tetesan air tadi

Untuk membekukan tetesan air seperti ini, kita butuh cahaya lampu flash yang berdurasi sangat cepat. Photo © Josh Fancher | Source|
Dengan menggunakan lampu flash tetesan air yang jatuh akan tampak freeze atau beku. Bahkan uniknya kamu bisa menggunakan metode ini untuk membentuk beragam foto tetesan air yang unik seperti foto di atas.

4. Memotret di tengah terik matahari
Poin kali ini mungkin akan membuat kamu merasa heran. Kok di tengah hari yang terik, harus pakai lampu flash segala…

Nah.. Saat kita memotret di bawah matahari yang sedang panas-panasnya, cahaya matahari yang jatuh akan membentuk bayangan pada bagian tubuh model yang kita potret (jika yang dipotret model tentunya).

Bayangan ini tentu sangatlah mengganggu, untuk itu kamu bisa menggunakan lampu flash untuk menerangi bagian yang membentuk bayangan tadi.

Tapi ingat, dalam kondisi cahaya yang terang benderang seperti itu biasanya fotografer menggunakan shutter speed yang tinggi. Pastikan kamu menggunakan flash yang mendukung shutter speed tinggi (high speed sync).

5. Foto Light Trail, Low Key, maupun kreasi unik dengan gel warna
Jika kamu ingin membuat beragam foto kreatif di atas, menggunakan lampu flash menjadi pilihan utama.

Foto grup dengan light trail seperti ini wajib menggunakan lampu flash (pada foto ini digunakan lampu flash smartphone yang dinyalakan terus atau continuous).
Dalam foto di atas kita bisa melihat kreasi unik yang memadukan foto light trail dengan foto grup. Memadukan kecepatan rana yang rendah untuk merekam jejak lampu dengan model yang eksposure-nya pas,  akan membutuhkan pencahayaan tambahan dalam hal ini lampu flash.

Demikian juga jika kita memotret low key ataupun bermain strobist dengan cahaya yang berwarna-warni menggunakan gel warna.

Menariknya penggunaan flash untuk beberapa teknik di atas mewajibkan kamu menggunakannya secara terpisah dari bodi kamera atau off shoe. Pastikan kamu sudah melengkapi beragam peralatan yang dibutuhkan untuk menggunakan flash secara terpisah tadi. Beberapa peralatan seperti trigger dan receiver biasanya tersedia dengan harga yang cukup terjangkau.


Setelah mengetahui beberapa kondisi yang perlu menggunakan lampu flash, kini kita akan melihat situasi-situasi dimana kita tak perlu memakainya.

1. Event Olahraga
Beberapa pertandingan olahraga tidak mengizinkan fotografer menggunakan lampu kilat karena dapat mengganggu pemainnya. Selain itu jika kamu memotret jenis pertandingan dengan area berskala besar semacam sepakbola atau balap mobil, tentu kamu tak butuh lampu kilat. Yang lebih kamu butuhkan untuk situasi semacam ini adalah lensa telefoto.

2. Konser musik, Ibadah ataupun acara seremonial yang diatur demikian
Beberapa penyelenggara konser ataupun pertunjukan juga tak membolehkan memotret dengan lampu kilat. Sementara itu ada tempat ibadah atau acara resmi yang juga membatasi penggunaan lampu flash ini. Pastikan kamu berkoordinasi dengan panitia penyelenggara atau pun pihak yang berwenang di sebuah acara, sebelum nyelonong masuk dan memotret dengan kamera dan lampu flashmu.

Jangan malas juga untuk mencari tahu peraturan yang ada, biasanya sebelum sebuah acara dimulai akan diberitahukan beragam peraturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung ataupun undangan.

3. Foto Candid!
Pernah mengalami kejadian menyebalkan pengen foto candid tiba-tiba flash kamera menyala gak? Haha itu sungguh sebuah awkward moment! Jangan sampe keinginan mengabadikan gebetan kamu secara diam-diam harus digagalkan lampu flash yang lupa dimatikan ya…

4. Memotret landscape
Sering saya melihat ada orang yang memotret pantai yang terbentang luas tapi flash kameranya menyala. Kecuali kamu ingin mengabadikan model yang juga turut jadi bagian dalam foto landscape tadi, ataupun ingin menambahkan objek foreground seperti pada poin-poin di bagian sebelumnya, penggunaan lampu flash untuk memotret landscape atau pemandangan tidaklah diperlukan.

5. Memotret bintang ataupun benda-benda yang jauh di luar range lampu kilat
Oke yang ini mungkin agak keterlaluan. Memotret Milky Way dengan durasi hingga puluhan detik tak memerlukan pencahayaan flash. Sekali lagi kecuali kamu ingin menyertakan diri kamu sendiri dalam frame atau ada modelmu yang siap berdiri mematung untuk sekian puluh detik tadi, bolehlah lampu kilat digunakan agar wajahmu yang tampan terlihat.

Jika tidak, maka flashmu tak perlu dihidupkan

Sumber Literasi : 
http://www.saveseva.com/kapan-menggunakan-lampu-flash/


==================
Sebelum kami memposting  ulang tulisan ini, kami menelaah sejauh mana tulisan dari www.saveseva.com ini ditulis. Sebelum itu kami mohon ijin berbagi tulisan ini kepada komunitas blogger kami, sebagai bentuk berbagi pengetahuan yang cukup penting. Terima kasih sebelumnya kami ucapkan. Salam

Thursday, 1 November 2018

Perbedaan Film, Video dan Televisi

Seringkali pada saat kita bertemu dengan para pelaku yang mengaku broadcaster, kita mendapati cacian hanya karena pada saat kita membuat program acara tv baik drama dan non drama menggunakan camera sejenis Sony HXR MC 1500 atau HXR MC 2500 atau menggunakan Handycam dari berbagai merk, mereka akan mengatakan itu bukan camera standar broadcast! Begitu lantangnya berbicara. Kejadian ini dialami saya sendiri ketika berkunjung ke salah satu Akademi Multimedia dan Broadcast TV terkenal di kota pelajar, di sana saya mendapati tanggapan kurang positif dari mereka. Sebagian menganggap bahawa peralatan broadcast tv itu sangat mahal, hingga mengatakan apa itu SMK Broadcast TV apa itu Akademi Broadcast? Wong alat [baca: camera, lighting dll] yang digunakan saja cuma handycam ko dibilang sekolah broadcast. Cibiran ini terus datang dan saya dengar hingga kini, tulisan ini akan sedikit mengurai dan memberikan pemahaman tentang Broadcast Standar Equipment yang digunakan di seluruh dunia.


Agar tidak bias saya akan menjelaskan perbedaan Film, Video dan Televisi. Apa sih bedanya?

  • Televisi biasanya merujuk kepada suatu media siaran yang menyiarkan program acaranya dengan dipancarluaskan melalui transmitter, kabel optik, jaringan atau satelit ke khalayak ramai serta sebagai bagian dari komunikasi publik. 
  • Video biasanya merujuk kepada selain produksi nonbroadcast television. Home video (video shooting) dan corporate media ada dalam bagian ini. Yang secara konvensional terminologi ini, kebanyakan program-programnya didistribusikan ke toko video, online, atau untuk lingkungan internal perusahaan. Video juga bisa menjadi bagian dari konten televisi, tetapi tidak semua masuk di lingkungan media penyiaran. 
  • Film diartikan sebagai sebuah project pengambilan gambar (shot) dengan menggunakan seluloid yang media pemutarannya menggunakan layar lebar (sinema). Hari ini dengan begitu banyaknya pembuat film indie, penggunaan video untuk pengambilan gambar menjadi pilihan karena lebih murah.
Pada prinsipnya broadcast tv adalah siaran tv, sejak munculnya komputer dan jaringan kemudian muncullah yang disebut multimedia. Kemunculan multimedia ini menjadikan istilah media rekam seperti film dan tv menjadi sedikit absurd dan rancu. Meskipun perkembangan multimedia menjadi tonggak kebangkitan dunia komunikasi modern yang tanpa sekat [baca: tedeng aling-aling], dan juga sangat membantu dalam menyebarkan informasi apapun issunya. Multimedia pulalah yang menggabungkan sistem komunikasi dan informasi masuk dan keluar dari segala penjuru arah. Baik, penulis tidak akan membahas multimedia hal ini hanya sebagai pengetahun umum bagi para broadcaster.


Broadcast equipment yang ada hari ini telah berkembang, dan media apa pun bisa masuk televisi sebagai alat rekamnya. Tak heran jika salah satu stasiun tv ada yang mengambil seluruh content program acaranya diambil dari YouTube dengan tingkat resolusi gambar yang jelek bahkan cenderung kabur, tapi acara ini mengalami peningkatan rating yang baik hingga acara sejenis pun diproduksi lagi dengan nama yang beda dan konten yang beda pula tapi sumber tetap mengambil dari YouTube. Jika kita perhatikan seksama terkenalnya beberapa artis dadakan juga terkenal dari YouTube ini dengan merekam gambar dengan kamera seadanya dan kemudian di-upload (ungguh), justru menjadi terkenal. Apakah gambar yang mereka rekam standar broadcast?

Perkembangan gadget juga mengalami revolusi yang luar biasa, dari yang tadinya hanya untuk menikmati musik kini beberapa gadget telah merekomendasikan bisa untuk melihat dan merekam dengan berbagai kualitas ada yang berformat mpeg, mpg4, mp4, 3g, mov, dll.

Nah ternyata jika kita simpulkan dari kasus yang ada maka akan mengkrucut menjadi sebuah resume. Pada dasarnya equipment broadcast  terbagi menjadi 3 yakni: Consumer Equipment, Prosumer Equipment, dan Professional Equipment. BACA PERALATAN STANDAR BROADCAST TV

Oleh : Anton Mabruri (Praktisi Broadcast tv, Filmmaker dan Penulis)

Wednesday, 31 October 2018

Keuntungan Memotret Dalam Format RAW


Ada 6 keuntungan memotret dalam format RAW :

1. White Balance Yang Bisa Diedit
Saat memotret dengan RAW, kamera tidak akan mengotak-atik setting white balance sebuah foto. Sebuah foto akan secara lengsung dikirim dari sensor ke memory card tanpa kamera menyentuh dan mengubah apapun.

White balance hanya akan diterapkan saat kita mengekspor file menggunakan converter RAW macam Lightroom. Artinya adalah bahwa kita bisa mengubah setting white balance menjadi apapun setelah anda selesai memotret.

Ini cukup membantu saat kita memotret di kondisi dengan temperatur cahaya yang kompleks dan berubah-ubah (baca cara setting custom white balance di kamera), sehingga kita mudah melakukan koreksi saat editing di komputer. Tambah lagi, saat menggunakan format RAW, perubahan white balance tidak akan mengakibatkan artifak posterisasi seperti kalau anda mengubah white balance sebuah file JPEG seperti gambar disamping



2. Highlight Recovery
Seperti anda ketahui, saat sebuah highlight di kasih over exposure mereka akan kehilangan detail dan menjadi putih total. Dengan RAW kadang seringkali kita bisa mengembalikan detail yang hilang. Kedengarannya mustahil namun penjelasannya ternyata cukup simpel. Sebuah piksel tersusun atas elemen/channel Red, Green dan Blue (RGB). Kadang saat kehilangan detail, bukan berarti ketiga elemen RGB tersebut hilang semua, siapa tau di channel Blue atau Green masih tersimpan detail yang bisa dikembalikan.

Ini bukan berarti kita bisa ngawur memotret, namun fitur ini bisa dimanfaatkan sebagai jaring pengaman sosial eh jaring pengaman memotret.


3. Lebih Banyak Keleluasaan Editing
Memotret dengan RAW itu ibaratnya anak kecil yang melukis dengan kotak krayon berisi 64 warna, namun memotret dengan JPEG itu ibaratnya hanya melukis dengan kotak krayon berisi 16 warna. See, makin banyak krayon kita bisa lebih leluasa memilih kombinasi warna, memilih gradien yang lebih halus dan seterusnya.

Anda akan merasakan manfaatnya saat mulai harus mengolah foto sedemikain rupa di Lightroom maupun Photoshop, foto dalam RAW akan memiliki lebih banyak detail, gradien yang lebih halus, shadow yang lebih kaya dll.



4. Non Destruktif
File RAW akan selalu tersimpan sebagai file yang murni dan tidak tersentuh dan tidak berubah. Dengan begitu kita bisa menyimpannya dan selalu bisa mengeditnya sesuai kehendak sampai kapanpun. Dengan aplikasi seperti Lightroom, saat kita mengedit sebuah foto dengan format RAW maka proses editing apapun (konversi ke hitam putih, crop, koreksi exposure dll) akan disimpan sebagi informasi yang terpisah dengan foto aslinya, dengan begitu foto kita akan selalu murni.

5. Batch Processing
Saat bekerja dengan file RAW di komputer, kita bisa menerapkan sebuah aturan editing pada beberapa file sekaligus. Misalnya saat kita kembali dari hunting foto dan menemukan bahwa white balance fotonya semua salah dan exposure-nya under 1/3 stop, maka kita bisa melakukan koreksi white balance dan koreksi exposure secara beruntun pada semua foto. Yang seperti ini agak ribet dilakukan pada file JPG.

6. Digital Negative
Karena file RAW selalu murni, kita bisa menyimpannya dan memprosesnya sesuai kehendak dimasa depan. Siapa tahu nanti muncul aplikasi editing foto yang jauh lebih canggih dibanding sekarang dan foto kita pun tetap masih murni dan bisa di edit lagi. Masih ingat jaman film? kita selalu punya klise (negatif) sebuah foto yang penting supaya bisa dicetak lagi dan lagi dan lagi, nah file RAW bisa diasumsikan seperti klise/negatif sebuah foto.

Demikianlah keuntungan memotret foto dalam format RAW, Semoga bermanfaat.

Sumber Literasi : 
http://belfot.com/6-keuntungan-raw/


==================
Sebelum kami memposting  ulang tulisan ini, kami menelaah sejauh mana tulisan dari www.belfot.com ini ditulis. Sebelum itu kami mohon ijin berbagi tulisan ini kepada komunitas blogger kami, sebagai bentuk berbagi pengetahuan yang cukup penting. Terima kasih sebelumnya kami ucapkan. Salam

Monday, 29 October 2018

Regulasi Dan Aturan Menerbangkan Drone Di Indonesia

Drone atau istilah resminya ‘pesawat udara tanpa awak’ memang sedang populer-populernya sekarang. Hobbyist, Preofessional Movie Maker, maupun kalangan instansi negara mulai menggantungkan kebutuhan aerial image mereka pada drone ini. Tapi pertanyaannya adalah: apakah kita sudah benar-benar siap untuk menerbangkan drone?

Pertama, drone adalah ‘alat berbahaya’. Kok bisa?
Ini adalah teknologi dimana masyarakat sipil bisa memiliki kemungkinan tak terbatas untuk melakukan apapun dari jarak jauh. Mulai dari memotret, menyirami perkebunan, pemetaan, pengiriman barang, dll – yang dulunya hanya instansi-instansi tertentu yang diijinkan.

Sekarang karena semua orang sudah punya sendiri-sendiri, bisa bayangkan apabila drone yang seharusnya untuk memotret dialih fungsikan ke hal lain? Berbahaya kah?

Dan apabila pemuda-pemuda (yang mungkin anak/teman Anda) tiba-tiba kehilangan kontrol atas drone-nya, sehingga merusak property, atau bahkan mencederai orang lain, sudah siapkah mereka dengan konsekuensinya?

Drone adalah simbol perubahan. Memungkinkan kita untuk selangkah lebih maju, namun pada saat yang sama juga memungkinkan kita (baik sengaja atau tidak sengaja) untuk merugikan orang lain. Karena itu sambil menunggu teknologi drone yang lebih aman dan menunggu regulasi yang lebih detail, kita selayaknya untuk: FLY RESPONSIBLY (terbangkan drone dengan penuh tanggung jawab).

PERMEN No. 90 Tahun 2015

Mei 2015 lalu, Menteri Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri yang membahas regulasi umum dari drone. Bisa Anda baca di link berikut http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2015/PM_90_Tahun_2015.pdf

No Fly Zones
Dari Peraturan Menteri tersebut, kita bisa mendapatkan area-area yang sangat dilarang untuk menerbangkan drone, yang meliputi:
  • Kawasan Udara Terlarang (prohibited area): kawasan udara yang tidak diijinkan sama sekali untuk lewati oleh pesawat udara apapun.
  • Kawasan Udara Terbatas (restricted area): kawasan udara yang digunakan untuk kepentingan negara saja, yang jika sudah tidak aktif bisa digunakan untuk sipil.
  • Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP): wilayah sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan penerbangan.
Sementara dari jalur udara sendiri, drone juga tidak diijinkan terbang di:
  • Controlled Airspace: jalur udara yang digunakan untuk pelayanan penerbangan.
  • Uncontrolled Airspace di atas 150m – pada jalur udara yang tidak dijadikan pelayanan penerbangan pun, drone tidak diperkenankan terbang di atas 150m.
Selain itu, perlengkapan yang digunakan pada drone juga mempengaruhi prosedur yang harus dilalui sang pilot. Drone dengan kamera yang digunakan untuk kepentingan pemotretan, film, dan pemetaan, mengharuskan sang pilot untuk memiliki surat izin dari instansi yang berwenang dan Pemda dari wilayah yang akan dipotret.

Sementara drone yang digunakan untuk pertanian (penyemprotan hama dan penyebaran benih) hanya boleh digunakan di area pertanian/perkebunan.

Regulasi dari pemerintah ini memang belum cukup detail, mulai dari lisensi pilot, jarak aman antara drone dengan makhluk hidup lain, hingga sanksi-sanksi apa yang akan dikenakan pada pelanggar. Namun, kita bisa berharap sesuatu yang lebih jelas akan datang ke depannya


Bagaimana untuk FLY RESPONSIBLY



  • Periksa kondisi drone sebelum terbang: propeller, baterai, kelancaran sinyal, dan part-part lain yang bisa mempengaruhi terbangnya sebuah drone.
  • Latihlah kemampuan piloting Anda, bila perlu ikuti training lisesnsi pilot drone yang diadakan instansi-instansi seperti APDI  (Asosiasi Pengguna Drone Indonesia).
  • Selalu terbang di area yang terbuka, yang cukup jauh dari kerumunan orang maupun property dan bangunan lain.
  • Periksa kondisi cuaca sebelum terbang. Cuaca berangin sangat tidak disarankan.
  • Semua drone sudah dibantu dengan GPS, tunggu hingga mendapat sinyal kuat dari GPS sebelum terbang.
  • Sesuai dengan aturan dari Menteri Perhubungan, jangan terbang di ketinggian lebih dari 150m.
  • Terbanglah hanya ketika Anda “sadar”. No Alcohol, No Drugs, No Ngantuk.
  • Pastikan drone tidak luput dari pandangan Anda, jika perlu ajak teman Anda untuk melihat posisi drone. Masih ada selisih/delay antara liveview dengan kondisi drone sebenarnya.
  • Meskipun beberapa drone sudah dilengkapi dengan autopilot, auto take off, maupun autolanding, pastikan Anda tidak terlalu tergantung pada sistem auto dan bisa mengendalikan drone manually di kondisi apapun.
  • Minta ijin kepada warga sekitar atau pihak yang dianggap bertanggung jawab sebelum Anda menerbangkan drone di area tersebut.
  • Jangan terbang di area sensitif pemerintah seperti bandara, penjara, kantor kenegaraan, dll. Di beberapa drone (seperti DJI) sudah terdapat geo system yang akan memberi tahu jika kita terbang di area yang terbatas/terlarang.
  • Sebisa mungkin, pastikan drone berjarak paling tidak 50m dari property atau kerumunan masyarakat.
  • Terakhir, jika penerbangan drone kita terlanjur merugikan orang lain, pastikan Anda bertanggung jawab ke semua pihak yang terkait.
Di Indonesia memang belum ada himbauan detail mengenai aturan menerbangkan drone seperti list di atas. Namun kita bisa berkaca pada beberapa negara lain yang sudah siap, salah satunya adalah di negara-negara UK, yang menghimbau warga negaranya melalui video seperti berikut:


Sumber Literasi : 
https://www.plazakamera.com/regulasi-dan-aturan-menerbangkan-drone-di-indonesia/


==================
Sebelum kami memposting  ulang tulisan ini, kami menelaah sejauh mana tulisan dari www.plazakamera.com ini ditulis. Sebelum itu kami mohon ijin berbagi tulisan ini kepada komunitas blogger kami, sebagai bentuk berbagi pengetahuan yang cukup penting. Terima kasih sebelumnya kami ucapkan. Salam

Thursday, 25 October 2018

Mengenal Fungsi Tombol pada Kamera DSLR

Ada banyak sekali tombol-tombol pada kamera DSLR, untuk seorang pemula yang mungkin baru pertama kali memegang kamera DSLR tentunya akan kebingungan dalam penggunaannya. Tombol yang ini fungsinya untuk apa? kalau mau ngatur ini nya pencet yang mana? dll. Nah pada kali ini kita akan belajar bersama fungsi tombol-tombol yang ada di kamera DSLR.

Tapi sebelum lebih lanjut membacanya saya ingin mengaris bawahi bahwa menu pada kamera DSLR beda merk berarti sudah beda. Menu pada kamera DSLR Canon sudah pasti berbeda pada kamera DSLR Nikon, bahkan masih satu merk jika beda tipe juga sudah beda, tapi bedanya disini cuma sedikit bisa beda nama dan penempatan posisinya, saya sendiri ketika pelajar Komposisi Foto Digital di sekolah disediakan kamera DSLR Nikon sudah terbiasa dengan menu-menu dan ketika meminjam kamera teman saya yang Canon menu-menunya tentunya sudah berbeda tapi karena sudah paham menu-menu pada Nikon saya tidak perlu waktu lama untuk beradaptasinya karena hanya perbedaan nama dan posisinya fungsinya tetap sama jika sudah tahu.

Pada kali ini kita akan mengenal bersama fungsi tombol pada kamera DSLR (Nikon yang menjadi contoh), untuk anda pengguna kamera lainnya tidak usah khawatir intinya tetap sama cuma perbedaan minor pada posisi dan namanya.


  • Video start/stop: tombol start record, pause record, dan stop record video.
  • Power switch: tombol untuk menyalakan dan mematikan kamera.
  • Exposure comp: untuk mengatur manual bukaan lensa atau aperture, dengan menekan tombol ini dan memutar command dial.
  • Mode dial: pemilihan mode kamera yang digunakan auto, auto tanpa flash, manual, shutter priority, aperture priority, dll. Pembahasan mode kamera akan dibahas pada artikel selanjutnya.
  • Live view switch: untuk menampilkan langsung frame foto dan video pada monitor.
  • Command dial: putar untuk mengatur shutter speed pada (pada manual mode), aperture kombinasi menekan tombol aperture + putar (scroll command dial), iso dan white balance.

  • Focus ring: anda bisa mengatur fokus foto yang akan anda jepret dengan memutar ring fokus ini kekiri atau kenan sembari melihat di viewfinder ataupun lcd apakah fokusnya sudah tepat atau belum. Focus ring ini hanya bisa anda putar atau atur jika anda menggunakan mode manual fokus (M).

  • Zoom ring: anda bisa mengatur perbesaran atau zooming secara optical pada lensa. Putar untuk melakukan zoom in dan zoom out.
  • Function button: ini merupakan tombol yang fungsinya bisa anda atur sendiri dipengaturan, anda bisa mengatur tombol ini agar sekali tekan bisa mengaktifkan fitur apa terserah anda. Bisa dikatakan sebuah shortcut button yang bisa anda sesuaikan sendiri fungsinya lewat pengaturan.
  • Flash button: tombol untuk mengaktifkan fitur flash pada saat pemotretan, tekan untuk memunculkan lampu flash yang akan menyala saat pemotretan selanjutnya.
  • Lens retract button: tombol ini harus anda tekan ketika ingin melakukan zoom in dari kondisi terkunci, dan zoom out setelah selesai menfoto dan ingin mengunci lensa.
  • Lens release button: tombol untuk melepaskan lensa, tekan tombol ini dan tarik lensa ke atas untuk melepas lensa dan untuk memasang lensa anda juga perlu menekan tombol ini.
  • Drive mode button: tombol untuk memilih mode pemotretan, mau mode pemotretan sekali, mode burst (foto terus-menerus), dan mode timer.

  • Menu button: tombol untuk membuka menu setting/pengaturan.
  • Diopter adjusment: tombol untuk menfokuskan di viewfinder, ketika anda mengatur ring fokus dan gambar tidak pernah benar-benar terlihat fokus atau bahkan saat menggunakan autofocus tetap di viewfinder masih terlihat tidak fokus ini artinya ada masalah pada settingan diopter anda bisa mengaturnya hingga fokus benar.
  • Info button: tombol untuk menampilkan informasi tentang foto yang anda jepret.
  • Focus/Exposure lock: jika anda menggunakan mode auto eksposure dan auto fokus. Anda bisa menekan tombol ini untuk menlock atau mengunci eksposure dan fokus jadi meskipun anda berpindah tempat fokus tidak akan berubah.
  • Image playback button: tombol untuk menampilkan foto/video yang sudah anda ambil sebelumnya.
  • Ok selector: sebagai tombol ok dalam kamera.
  • Multi selector: tombol penunjuk 4 arah, bisa juga digunakan sebagai pemindah fokus saat mode auto fokus pada kamera.
  • Delete button: tombol untuk menghapus hasil gambar atau video pada kamera.
  • Magnify button: untuk melakukan zoom in secara software (tidak optical zoom/lens zoom) guna menchek apakah gambar sudah fokus atau belum.
  • Demagnify button: kebalikan dari magnify yaitu untuk zoom out.
Itu dia pengenalan tentang tombol-tombol yang ada pada kamera DSLR, jika ada perbedaan tampilan itu wajar karena beda seri saja sudah beda penempatan tombolnnya, apalagi jika beda merk. Yang perlu anda hafalkan ada ikon-ikon pasti samalah, fungsinya juga sama, tinggal mencobanya dan beradaptasilah.
Semoga bermanfaat, salam fotografi.


Sumber Literasi : 
https://qkamera.blogspot.com/2017/05/mengenal-fungsi-tombol-pada-kamera-dslr.html


==================
Sebelum kami memposting  ulang tulisan ini, kami menelaah sejauh mana tulisan dari www.qkamera.blogspot.com ini ditulis. Sebelum itu kami mohon ijin berbagi tulisan ini kepada komunitas blogger kami, sebagai bentuk berbagi pengetahuan yang cukup penting. Terima kasih sebelumnya kami ucapkan. Salam

Kamu tertarik dengan dunia BROADCAST TV, FILMMAKING, CONTENT CREATORS, MULTIMEDIA, dari kami?
Klik Subscribe untuk update !